Program Literasi

Program Literasi Sekolah Meliputi 3 tahapan yaitu : Tahapan Pembiasaan, Tahapan Pengembangan dan Tahapan Pembelajaran

Tahap Pembiasaan

  1. Membaca lima belas menit setiap hari Selasa, Rabu pada saat apel pagi.

Kegiatan ini merupakan upaya membiasakan membaca pada peserta didik.

  • Guru memandu peserta didik untuk membaca selama lima belas menit.
  • Guru dan peserta didik menyampaikan pesan dan manfaat yang ia dapatkan dari bacaan yang ia baca
  • Guru memotivasi peserta didik untuk gemar membaca.
  • Wajib Kunjung Perpustakaan Sekolah

Kegiatan ini bertujuan memanfaatkan perpustakaan untuk menumbuhkan kegemaran membaca dikalangan Guru dan Peserta didik.

  • Pengelola perpustakaan menginformasikan jadwal kunjung ke perpustakaan kepada setiap guru dan peserta didik.
  • Sesuai dengan jadwal, guru dan peserta didik dapat menggunakan perpustakaan  untuk kepentingan pembelajaran baik perorangan maupun secara bersama-sama sesuai kebutuhan.

Tahap Pengembangan

  1. Mengelola Pojok baca Kelas (Poblas)

Pojok baca kelas atau Poblas ini merupakan upaya mendekatkan peserta didik pada buku. Berikut ini yang dapat dilakukan untuk mengelola Pojok baca kelas

  • Tim Literasi Sekolah dan Wali kelas memandu peserta didik untuk membuat Poblas.
  • Wali kelas memilih peserta didik untuk bertugas mengelola administrasi peminjaman buku.
  • Peserta didik wajib meminjam buku untuk dibaca.
  • Peserta didik membuat resume hasil bacaan.
  • Peserta didik mengumpulkan hasil serume di meja guru.
  • Guru kelas memeriksa resume sebulan sekali.
  • Peserta didik membuat perayaan hasil membaca, misalnya menceritakan hasil bacaan di kelas.
  • Satu Jam Wajib Baca untuk peserta didik (seminggu sekali) di bimbing guru wali.

Kegiatan ini bertujuan membiasakan peserta didik gemar membaca buku yang disukai, membuat resume, mengisi jurnal 7 kebiasaan baik dan menceritakan isi buku.

  • Duta Literasi

Duta literasi merupakan peserta didik terpilih yang bertugas untuk mengembangkan program literasi di sekolah. Beberapa kegiatan duta literasi dapat dilakukan, antara lain:

  • Wali kelas mengadakan seleksi duta literasi.
  • Wali kelas memilih duta literasi kelas.
  • Duta literasi dilatih dan dibekali keterampilan membaca dan menulis oleh Tim Literasi Sekolah.  
  • Duta literasi wajib menjadi teladan membaca dan menulis.
  • Duta literasi bertugas memotivasi peserta didik lainnya agar gemar membaca.
  • Duta literasi bertugas mengelola sudut baca.
  • Duta literasi bertugas mengelola majalah dinding (mading) kelas.
  • Gentabelis

Gentabelis, gerakan membaca dan menulis adalah kegiatan rutin setiap hari kamis. Program ini menantang peserta didik untuk meningkatkan kegemaran membaca dan menulis. Langkah-langkah kegiatan yang dilakukan antara lain:

  • Peserta didik memilih judul buku untuk dibaca
  • Peserta didik membuat pentigraf dari buku yang dibaca
  • Hasil petigraf didokumentasikan oleh Tim Literasi Sekolah di Perpustakaan Sekolah
  • Penghargaan Membaca

Penghargaan ini bertujuan meningkatkan motivasi membaca peserta didik. Kegiatan penghargaan membaca yang dapat dilakukan antara lain:

  • memilih Peserta Didik yang benar-benar terlibat aktif dalam semua kegiatan Pembiasaan, Pengembangan dan Pembelajaran Literasi Sekolah
  • memberikan penghargaan dan hadiah (berupa buku/ATM-alat tulis menulis) pada waktu upacara sekolah.
  • Peserta Didik yang berprestasi dalam bidang Literasi Sekolasi di ikut sertakan (mewakili sekolah) dalam berbagai event Literasi baik tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional

Tahap Pembelajaran

  1.  Buku Cerita (satu jam membaca, seminggu sekali)

Kegiatan ini membiasakan peserta didik untuk membaca sastra. Kegiatan membaca buku cerita dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:

  • membaca buku cerita,
  • membuat ringkasan isi cerita,
  • membuat bahan presentasi,
  • menceritakan kembali pada teman atau kelompok.
  • Mading Kelas (terbit seminggu sekali)

Dibawah bimbingan Tim Literasi Sekolah, membiasakan peserta didik untuk menulis, mempublikasi, dan membaca karya secara berkala. Berikut ini beberapa kegiatan dalam majalah dinding (mading) kelas:

  • membuat mading kelas,
  • menulis berita/karya (berupa Puisi, Artikel, dll)
  • mempublikasikan berita/karya di mading.
  • Bulan Bahasa

Setahun sekali dalam bulan Oktober diadakan bulan Bahasa yang kegiatannya mendukung Gerakan Literasi Sekolah.

Lomba- lomba yang diadakan yaitu :

  • Lomba pohon literasi
  • Lomba presentasi pohon literasi
  • Lomba membuat madding
  • Klub Literasi (Jangka panjang)

Peserta didik yang tergabung dalam klub ini melakukan berbagai aktivitas literasi, di antaranya sebagai berikut:

pembimbingan dan pendampingan pada peserta didik agar dapat mengikuti  kegiatan Literasi pada berbagai event Literasi Tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional setiap tahunnya

  • bedah buku,
  • pelatihan menulis,
  • kontes membaca,
  • seminar literasi,

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait